Ya Khumairo’

Image

Maghrib yg di nanti telah tiba

Mega merah nampak mengggelanyut manja dilangit senja

Suara muadzin yg bersahut- sahutan terdengar merdu di telinga

Berbeda dengan suasana sepi yang biasa kurasakan dirumah.Sekarang ini aku tengah duduk melingkar bersama santri lainya menikmati buka puasa.Bulan ramadhan kali ini aku memang ingin merasakan suasana yang lain.Aku ingin menghilangkan rasa jenuhku pada gemerlap dunia,sejenak beristirahat melupakanya.Pesantren menjadi pilihanku.Bukan murni pilihanku memang,ada hal lain yang membuatku ingin kesini,”kamu”. Ya, sebelumnya secara iseng Billy saudara sepupuku pernah kuminta untuk mencarikanku pacar.Dia berbicara banyak tentangmu.Katanya dia punya teman dipesantren ini.Lutfiana namamu,kamu tinggal di pesantren putri sebelah pesantren putra yang aku tempati sekarang.Aku tau kamu dari facebook,kulihat foto-foto di album profilmu.Parasmu cantik memang,macam kecantikan eksotis ala perempuan-perempuan turki yang sering kulihat di televisi.Lewat pesan facebook aku sempat bertanya apakah kamu mempunyai darah timur tengah? “Bukan ya.. Aku gadis jawa tulen kok” katamu waktu itu. Kemudian aku bertanya lebih jauh tentang dirimu,ternyata kamu asyik juga diajak ngobrol.Rasa ketertarikanku padamu kian menjadi.Seperti namamu Lutfiana yang berarti kelembutan,aku berharap semoga peringaimu pun begitu.Aku ingin mengenalmu lebih jauh,itulah sebenarnya alasan aku jadi santri selama bulan ramadhan disini.”santri pasan” namanya.

7 Ramadhan 1434

“faik,ada balasan sms dari lutfiana nih” billy menyerahkan handphoneku yang tadi dipinjamnya.Ku buka inbox “maaf lagi sempet bales,aku harus ngumpet dari keamanan pondok soalnya hehe..”aku tersenyum membacanya. Berbeda dengan santri pasan,semua santri di sini tidak diperbolehkan membawa handphone.Kamu sms dengan meminjam handphone dari santriwati yang pasan di situ, seperti halnya billy yang tadi meminjam handphoneku.Tak terasa sudah seminggu aku pasan dipondok.Aku semakin akrab denganmu.Tutur katamu yang lembut sering kudengarkan lewat telefon.Walaupun kita belum pernah bertemu apalagi ngobrol secara langsung,tapi hatiku berkata bahwa aku mulai menaruh rasa cinta kepadamu. “eh Faik sekali lagi maaf ya,kalo mbales sms suka telat dan singkat-singkat,soalnya kita harus bergantian bawa handphonenya.Aku juga nggak enak nih sama temenku yang punya handphone ini” kasihan juga keadaanmu saat itu. “iya nggak papa kok,nanti malem kalo temenmu udah tidur kan bisa,lagian aku cuma mau telefon,nggak penting juga sih sebenernya” aku mencoba sok bijak. “wah makasih lho udah mau ngerti hehe..” lagi-lagi aku tersenyum membaca smsmu.

Biasanya setelah ashar seperti ini para santri di beri waktu untuk keluar pondok.Mereka menggunakanya untuk berjalan-jalan di pasar.Ada yang beli lauk untuk buka,ada juga yang sekedar mencari angin untuk mengisi waktu sambil menunggu maghrib.Aku,Billy dan gus Atho’ teman sekamarku hampir tiap sore memanfaatkanya untuk browsing di warnet dekat terminal pasar.Selain Billy,gus Atho’ adalah orang yang paling akrab denganku.Dia adalah putra abah Djazuli,salah satu kyai sepuh yang ada di Jawa Timur.Hampir kemanapun kami selalu bersama-sama.Setiap ada kesempatan seperti ini pasti kami selalu memanfaatkanya untuk merilekskan otak sejenak,dan warnet menjadi pilihanku,apalagi alasanya selain chattingan denganmu,lucunya sebenarnya kita chattingan di warnet yang sama.Untuk ngobrol secara langsung aku sungkan sama teman sepesantren yang juga ada di warnet ini,lagipula itu melanggar peraturan.Akhirnya jadi kebiasaan tiap sore kamu juga datang kesini.

Aku langsung log in akun facebooku,seperti biasanya ku ketik message untukmu.

“ehm,ya khumairo’ pa kabar?di bilik berapa nih? ”

“alhamdulillah baik,sehat juga,aku di bilik 5,eh kok khumairo’?” bilik 5?aku di bilik 4,berarti kamu tepat disamping kananku.

“wah sebelahku dong,haha iya,kata pak kyai tadi siang khumairo’ tu panggilan sayang rasulullah buat istrinya sayyidah ‘Aisyah,artinya wahai yang kemerah-merahan ”

“owh kamu dibilik 4 ya? bisa aja kamu,jadi malu nih”aku tersenyum kecil,membayangkan sekarang mukamu sedang dihiasi rona merah yang biasa aku lihat saat kita berpapasan dan kamu tersipu malu.

“Aku kan nggak pantes pake sebutan itu,kamu kenapa manggil aku khumairo’ “ketikmu lagi.

“pantes kok lut,tiap kali kita bertemu aku melihat ada rona merah di wajah lutfi dan itu mengingatkanku sama ucapan pak kyai tadi siang”

“oh gitu yaa? Haha”

“iya dan tahukah lutfi,kalo itu membuatku kesulitan tidur pada malam harinya”akhir-akhir ini aku memang sering menunjukan rasa sukaku padamu.

“tuh kan,mulai deh gombalan mautnya,kamu sering ya ngerayu perempuan kayak gini”

“nggaklah lut,aku cuma mau jujur sama kamu kok”

“oh jujur ya,masak sih?”

“aku serius lut” aku mencoba memancingmu supaya sedikit demi sedikit mengerti perasaanku.

” kenapa sampai sulit tidur,emang kamu punya perasaan apa sama aku” Deg! Nggak nyangka juga kamu bakal ngomong kayak gitu.Kamu memang sudah terpancing,tapi aku malah bingung.sekarangkah saatnya kamu tahu perasaanku?sudah bepuluh pesan yang kukirimkan lewat facebook maupun handphone,tapi selama itu belum pernah sedikitpun aku menyinggungg persaanku.Refleks aku mencuri pandang ke bilik kanan bawah,tampak dirimu sedang mempermainkan kaki mungilmu.Aku pernah mendengar jika wanita sedang mempermainkan kaki,itu tandanya dia sedang gelisah. Mungkin ini saatnya kamu tahu perasaanku.Bismilahirahmanirahiim,aku nekat.Ku hela nafas dalam-dalam,ku rangkai kata sebisaku.

“jujur lut sebenarnya sudah lama aku menaruh rasa suka padamu, entah sejak kapan tapi yang jelas aku terjebak cintamu sekarang.Maukah kau membebaskanku dari jerat cinta ini” penuh harap ku tunggu balasan darimu.Agak lama kamu membalas,aku sudah pasrah jika kamu menolaku.

“kok kamu bisa punya perasaan gitu sih,emang kamu nggak punya pacar?”

“aku sendiri juga nggak tau lut,kalau punya nggak mungkinlah aku nembak kamu”

“sayang,masak kaya kamu gitu belum punya”

“ya terserah lutfi deh,mau percaya ato nggak,trus gimana nih jawabanya”

“iya kucoba untuk percaya kamu ik,tapi jangan sampai kamu menyia-nyiakan kepercayaanku kelak.Biarkan jerat cinta ini menjebakmu jika kau menikmatinya maka jangan coba melepaskan itu”

“maksudnya aku diterima nih?” tak sabar kucoba memastikanya.

“kamu mbalesnya pake kata-kata yang romantis lagi dong.Bener-bener ngrusak suasana kamu ya, haha”

“haha,maaf deh,tapi aku diterima kan?”

“diterima?emang tadi kamu nglamar aku ya?”

“ngajakin bercanda nih anak” gumanku dalam hati.

“nantang nih..”tanyaku.

“nggak tau ah,tapi yang jelas aku juga punya perasaan yang sama denganmu”

Setelah membaca pesanmu,suasana di sekitarku mendadak berubah.Seperti adegan difilm Korea saja.Bilik yang aku tempati mendadak ditaburi bunga,kursi ini serasa pelaminan,triplek tipis yang membatasi kita ini bagaikan tirai pengantin.Tak kusangka baru sekitar tiga minggu aku mengenalmu,sekarang kita udah jadian.Padahal kata Billy banyak anak pondok yang sudah menyatakan cinta kepadamu,semuanya kamu tolak.

 10 Ramadhan

Gosip aku pacaran denganmu sudah tersebar dipondok,teman-teman kamarku pun rame-rame menagih traktiranku.”PJ” istilahnya, kepanjangan dari Pajak Jadian.Mereka mengucapkan selamat.Bisa kubayangkan dalam otak mereka seolah jadian denganmu adalah sebuah prestasi macam atlet lari yang memenangkan maratonya.Selesai traktiran makan anak-anak pun membaca doa,katanya biar aku langgeng sama kamu,dasar.Tapi ada yang kurang dengan acara traktiranku “gus Atho’ “.Dari tadi aku tidak melihat dirinya bergabung disini.Padahal aku ingin dia menikmati traktiran ini.Biasanya dia yang selalu mentraktirku.

15 Ramadhan

Semenjak aku jadian denganmu aku merasakan perubahan sikap dari gus Atho’ dia seperti sengaja menjauh dari keramaian.Buka puasa yang biasanya makan bareng dikamar,dia malah makan sendiri dikantin pondok.Tidurpun dia tidak pernah di kamar c5.Pernah kutanyakan pada Billy tentang hal itu,tapi rupanya Billypun tidak tahu menahu.Aku putuskan untuk bicara langsung dengan gus Atho’,setelah tadarus malam biasanya dia kembali ke kamar sebentar.Waktu tersebut rencananya akan kugunakan untuk mencari tahu gerangan apa yang membuatnya seperti menjaga jarak denganku dan teman-teman kamar.

Tadarus pak kyai malam ini seperti menyinggung diriku.Beliau menceritakan tentang betapa pentingnya menjaga silaturahim dengan sesama manusia.Kata beliau apabila kita marah kepada seseorang hingga tidak saling sapa lebih dari tiga hari,maka orang tersebut tidak termasuk umat nabi Muhammad s.a.w.Ceramah beliau benar-benar mengena dihatiku.Astaghfirullahal’adzim.Aku baru sadar hampir seminggu lebih aku tidak saling sapa dengan gus Atho’, entah karna apa.Selama ini aku juga tidak ambil pusing dengan sikap gus Atho.Prinsipku pokoknya selama aku tidak memulainya. Selesai tadarus aku langsung menuju ke kamar c5.Benar saja disana gus Atho’ sedang merapikan lemarinya,Kuajak dia ke kantin belakang pondok.Tanpa basa-basi ku utarakan maksudku,kutanya kenapa gus Atho’ tampak berubah akhir-akhir ini.Gus Atho’ hanya tersenyum.Kemudian ia mengajaku duduk dikursi belakang.Rupanya ingin menyampaikan sesuatu yang penting.Sesuatu yang membuat dia berubah sikap akhir-akhir ini.

Tak kusangka gus Atho’ bercerita tentangmu.Darinya aku tahu ternyata kamu adalah anak angkat abah Jadzuli.Ayah dari gus Atho’.Sewaktu muda dulu beliau pernah melamar ibumu,namun karna alasan cinta ibumu menolaknya.Akhirnya abah Jadzuli menikah dengan gadis lain,tapi beliau terus menjalin silaturahim dengan keluargamu.Beliau menjadikanmu sebagi anak angkatnya,setelah kamu beranjak remaja beliau kemudian berencana menjodohkanmu dengan salah satu putranya,tentu saja ibumu menerimanya dengan senang hati.Di sisi lain gus Atho’ sebagai putera yang dipilih abah Jadzuli untuk menikahimu,tidak pernah di beritahu.Tamat dari sekolah dasar gus Atho’ langsung menunutut ilmu di pondok pesantren,alhasil dia tidak pernah tahu kalau kamu adalah saudara angkat sekaligus calon istri gus Atho’.Yang menjadi masalah adalah dulu gus Atho’ pernah menyatakan cintanya padamu tapi kamu menolaknya.Gus Atho’ tak menyerah begitu saja,dia terus berusaha mendekatimu.Tak kusangka gus Atho’ yang selama ini pendiam ternyata menyimpan perasaan cinta yang teramat dalam kepadamu.

Gus Atho’ bingung,abah Jadzuli begitu berharap supaya gus Atho’ mendapatkan hatimu.Bahkan abah Jadzuli berencana akan melamarmu syawal besok.Gus Atho’ tak ingin mengecewakan abahnya.Abah Jadzuli sudah sepuh,pasti ingin sekali melihat anaknya bersanding dengan wanita pilihan abah Jadzuli sendiri.Sebenarnya tanpa bicara denganku pun gus Atho’ bisa saja menuruti perintah abahnya.Tapi ia ingin meminta ijin dariku.

“ehm,nggak papa mas,lagian aku juga sebenarnya nggak begitu cinta sama dia kok hehe..” refleks kujawab sekenanya.

Aku sadar dibanding gus Atho’ aku tidak ada apa-apanya.Aku ingat sebuah perkataan dari pak kyai “madza latamru’un ‘arofa qodiro “tidak akan rusak seseorang,jika dia tahu berapa kadar sesuatu yang pantas untuknya.Aku merasa tak ada apa-apanya di banding gus Atho’,dia seorang putra kyai besar.Mempunyai ilmu agama yang mumpuni pula.Sudah 10 tahun lebih dia menimba ilmu dipesantren.Sedangkan aku hanya terlahir dari keluarga yang sangat biasa.Ilmu agamapun ala kadarnya,dari kecil aku hanya belajar di sebuah madrasah dikampungku.Kurasa gus Atho’ lebih pantas menjadi imamu. Sempat kuperhatikan gus Atho’ terlihat tersinggung mendengar jawaban ngawurku tadi.Ku atur nafasku sedemikian rupa supaya terlihat tenang,rasanya sulit berbicara sesuatu yang berlawanan dengan hati.Benar-benar sulit.

17 Ramadhan 1434

Setelah mendengarkan cerita dari kang Atho’ kemarin perasaanku menjadi tak karuan.Memang baru sebulan aku mengenalmu,tapi entah kenapa rasa cinta ini begitu besar dan menggebu.Ia tumbuh begitu cepat.Aku tak ingin kehilanganmu,tapi disisi lain aku juga tak ingin egois.Kurasa gus Atho’ lebih membutuhkan cintamu.Apalagi ini menyangkut perasaan orang tua,yakinlah sejahat-jahatnya aku kalo urusanya sudah melibatkan orang tua aku mendingan mundur.

“Sore lut… ” seperti biasanya sore ini aku online di warnet langgananku.

“sore juga.. kok manggilnya lut sih ” aku baru sadar ternyata usahaku untuk pelan-pelan melupakanmu berefek pada panggilan untukmu juga.

“oh iya,maaf deh,ehm.. bolehkah aku bertanya sesuatu ya khumairo’ ”

“nah gitu dong manggilnya ,boleh mau tanya apa ” rupanya sekarang kamu lebih suka dipanggil khumairo’.Padahal kata kamu dulu panggilan itu tak pantas buatmu.Aku tersenyum.

“boleh tau nggak seberapa besar rasa cinta lutfi sama aku? ” aku ingin menakar seberapa besar risiko sakit hatimu jika kita berpisah kelak.

“ehm.. Gimana ya.. Pokoknya lebih besar dari yang kamu bayangkan deh”

“loh kok bisa?”

“aku mengenalmu bukan pada saat yang sama denganmu ik,sebenarnya aku udah lama tau kamu dari facebook.Billy sebelumnya suka cerita tentang kamu trus aku add nama kamu.Sejak saat itu perlahan aku merasakan perasaan yang aneh setiap kali kuliat foto kamu,status kamu,aku juga merasakan desir aneh setiap kali Billy cerita apapun tentangmu” tak kusangka kamu sudah mengenalku lama.Pantesan dulu sewaktu ku add akun facebookmu kita sudah berteman,kalo begini urusanya mungkin proses untuk melupakanmu menjadi semakin sulit. Bingung mau ngetik apa.Akhirnya ku ketik sebuah permintaan bodoh padamu.

“lut nanti kalau kamu keluar dari bilik,aku ingin menatap wajahmu sebentar boleh ya.. jangan menunduk lho ” entah kenapa sekarang ini aku benar-benar ingin menatap wajahmu secara langsung.

“kamu ini aneh-aneh aja sih,emang kenapa?”

“aku cuman mau mata kita bertemu barang sebentar lut,ingin rasanya ku menatap matamu yang indah itu. Melihat seberapa besar rasa cintamu untukku yang berkobar didalamnya”

“cie mulai lagi nih gombalanya, kamu ini aneh ya? kadang suka romantis kadang nggak ” kubaca balasan darimu.Ku kira kamu mau ngetik apa.Kalo dulu kamu bilang aku suka merusak suasana romantis yang tercipta,tapi sekarang giliran kamu yang merusaknya. “sesuatu itu kalo jarang dilakukan, jadi enak saat dirasakanya lut,ehm tapi nanti kamu harus senyum juga ya”

“hmm.. Bener juga sih kamu,iya insyaallah ” tak lama kemudian aku offline dan keluar dari bilik lalu aku duduk diluar menghadap pintu warnet.Sambil berharap kamu menepati janjimu.Aku ingin menatapmu sebentar,sebelum akhirnya kucari waktu yang tepat untuk menjauhimu.Benar saja,tak lama kemudian aku melihat sesosok bidadari yang berjalan ke arahku. Dia menatapku lembut.Aku melihat begitu besar kobaran api cinta yang ada didalamnya.Seulas senyum terlukis diwajahnya.Subhanallah, manis sekali senyum itu.Kemudian dia menundukan wajahnya yang sudah dihiasi rona merah nan menawan.Ah ya Khumairo’,itukah kamu?

20 Ramadahan

Sekarang kang Atho’ sudah seperti kembali lagi.Hari-harinya terlihat sumringah dan bahagia.Efek dari kejadian di kafe kemaren.Sikapnya itu membuat tekadku kian bulat.Sudah saatnya aku menghapus cintaku.

“kamu masih bisa mencari gadis-gadis lain yang lebih cantik dari Lutfiana kang” begitu kata kang Atho’ tempo hari.Rencananya besok aku akan membicarakanya denganmu.Semoga kamu bisa menerimanya.

21 Ramadhan

Kemarin saat keluar bilik aku melihat senyum indahmu,berbanding terbalik dengan sore ini.Kamu hanya menunduk dan menutup mukamu.Pundakmu berguncang hebat.Seorang wanita merangkul dan membibingmu berjalan.Saat kita berpapasan kamu masih saja menunduk dan menyembunyikan tangismu yang kian kentara itu.Wanita pembibingmu melotot kepadaku, seolah berkata “lihat ini semua akibat ulahmu” Aku hanya diam.Saat itu aku seperti orang linglung.Tak percaya baru saja aku membuat wanita yang sangat kucintai menangis dihadapanku.

 25 Ramadhan

Diam-diam aku sering menanyakan kondisimu pada santriwati yang pasan disini.Mereka bilang kamu masih sering menangis,keadaanmu memprihatinkan.Andaikan kamu tahu,aku sendiri belum bisa menghapus rasa cintaku.Mungkin jika wanita,aku juga sudah menangis sepertimu,tapi sungguh ucapan tulus tanda terimakasih dan senyuman girang kang Atho’ saat aku bilang kita sudah putus tadi, membuatku berusaha kuat dan ikhlas.Walaupun aku sendiri tak yakin bisa melakukanya. Hari demi hari kurasakan sangat hampa,tak ada lagi malam hari yang kulewati dengan mendengar celotehanmu lewat telpon.Tak ada lagi harapan di sore hari untuk melihat senyumanmu,senyuman penuh makna yang membuat hari-hariku menjadi berwarna.Kadang aku ingin nekat meneleponmu dan menjelaskan masalah sebenarnya, tapi akal sehatku mencegahnya. belum tentu aku serius pacaran denganmu,belum tentu kita sampai kejenjang pernikahan,Kalaupun sampai tahap itu mungkin aku tak bisa membahagiakanmu,seperti gus Atho’ dengan segala fasilitasnya.Sekarang aku hanya berharap kelak kamu bahagia dengan gus Atho’.Kebahagiaan dan kesuksesanmu selalu ku sertakan dalam setiap doaku,aku mencoba ikhlas.Niat ingsun aku hanya ingin ngalap barokah abah Jadzuli dengan memudahkan jalan bagi puteranya untuk melaksanakan sunnah rasul.Mungkin takdir memang menggariskan demikian,lagipula bukankah cinta itu tak harus memiliki.

 5 Syawal

Pagi hari tadi gus Atho’ datang ke rumahku.Katanya kemarin dia sudah membicarakan perihal lamaranya denganmu dan ibumu.Dia juga bilang kalau kamu menerima lamaranya,saat mendengarkan itu jangan tanya bagaimana remuknya hatiku? Aku termenung,bukankah seharusnya aku senang mendengar kamu sudah melupakanku sekarang? Bukankah memang ini yang dari kemarin aku inginkan? tapi kenapa hatiku malah menginginkan sebaliknya?

Ya Allah,dzat yang kuasa membolak balikan hati hambanya. Berikanlah aku keteguhan seperti keteguhan nabi Yusuf saat menghadapi cinta Zulaikha’. Berikan aku kesabaran seperti kesabaran nabi Adam saat mencari siti hawa. Berikanlah aku keikhlasan seperti keikhlasan nabi Muhammad s.a.w saat ditinggal Siti Khadijah.

15 Ramadhan 1435

Tak terasa sudah setahun ku pendam kisah cintaku denganmu.Memang cukup singkat hubungan kita,cuma 16 hari.Tapi butuh waktu sangat lama untuk melupakanmu.Sekarangpun aku masih belum bisa total melupakanmu.Aku mencoba berbagi cara untuk melupakanmu, tapi semuanya sia-sia.Akhirnya kuputuskan untuk menyimpan cinta ini.Aku melanjutkan mencari ilmu di pondok pesantren tempatku mengenalmu dulu.Aku sering tersenyum sendiri jika kebetulan sedang lewat di warnet terminal,rasanya baru kemarin kita pacaran.

Entah karna ingin bernostalgia atau karna apa.Sekarang aku sudah ada di warnet terminal yang dulu menjadi saksi bisu perjalanan cinta kita.Aku masuk disalah satu bilik yang kosong,ku coba log in akun facebookku.Sudah lama aku tidak kubuka.Mungkin sudah setahun yang lalu.Terlebih dahulu aku mengaktifkan emailku yang sudah kadalwarsa,kubuka inbox facebook.Ada berpuluh pesan di sana,empat diantaranya dari “Lutfiana Melati” bukankah itu akun facebookmu. Penasaran ku membacanya.

1.”Dear Faik, jujur aku tak bisa melupakanmu.Entah sampai kapan perasaan ini hilang.Sampai sekarang aku tak mengerti alasan kenapa kau memilih untuk meninggalkanku” (10 agustus 2013/3 syawal 1434) ah aku jadi teringat saat itu secara tak sengaja kita bertemu dipesantren,kau terlihat lebih kurus.Ku mencoba mengucap salam dan menyapamu dan kamu hanya menjawab datar.

2.”kok nggak bales? Lupakah kamu dengan mantan pacarmu yang kau sia-siakan ini? Ik,aku mau kamu jujur,cuma kebetulan atau memang kau sudah tahu.Dua minggu setelah kita putus gus Atho’ datang melamarku. Ternyata selama ini gus Atho’ adalah putra kandung dari orangtua angkatku,abah Jadzuli.Mungkinkah ini alasanmu menelantarkan cintaku?”(29 Agustus 2013/21 syawal 1434)

3. “oh bodoh bodoh bodoh,kenapa kau begitu bodoh tak menceritakan alasanmu ketika kau dulu memutuskan hubungan kita? Tadi mbak linda (kau ingat? mbak linda adalah orang yang menuntunku saat aku menangis setelah keputusan bodohmu itu kubaca) menceritakan semuanya.tentang gus Atho’ yang memintamu untuk menjauhiku.Tentang kebodohanmu yang sok menggubris urusan orang lain.Kamu menyerah begitu saja.Kenapa kamu tidak memperjuangkan cintamu?kamu benar-benar egois,sama sekali tidak memikirkan perasaanku”(5 Juli 2013)Darimana mbak Linda tahu cerita mas Atho’?Ah,mungkin Billy yang cerita.Setelah kita putus memang Billy satu-satunya orang yang tahu cerita gus Atho’.Entah kenapa Billy begitu peduli denganku.Apakah dia merasa bersalah karna telah mengenalkan kita.

4.”ik sekarang aku memilih untuk tinggal di rumah saja menemani ibu.Soal lamaran gus Atho’ aku mencoba dengan susah payah menjelaskan kepada abah Jadzuli. Tak sepantasnya beliau menyatukan dua hati yang tak saling mencintai satu sama lain dan ternyata beliau memakluminya.Sekarang kang Atho’ sudah bertunangan dengan mbak Linda (ternyata waktu yang digunakan mbak linda saat mengorek keterangan tentang hubunganmu dengan kang Atho’ cukup untuk menumbuhkan rasa cinta dihati mereka *alhamdulillah.. Subhanallah.Maha bijaksana Allah, dzat yang menumbuhkan rasa cinta dengan begitu cepat dihati hambanya),ik seandainya saja kamu mau sedikit memperjuangkan cintamu seperti yang kulakukan hmm,ah.. lupakan sajalah ik.Pokoknya sekarang giliranmu untuk memperjuangkan cinta kita. Jika suatu saat kau membaca pesan ini,datang dan lamarlah aku sebelum orang lain mendahuluinya.Ibuku sudah ingin sekali mempunyai seorang cucu “(22 Desember 2013) rasanya tak percaya,ku baca berulang-ulang pesan terakhir ini.Perasaanku tak karuan,campur aduk antara senang,sedih,menyesal dan malu karna tak berani memperjuangkan cintaku sendiri.Ternyata benar katamu dulu,rasa cintamu lebih besar dari apa kubayangkan.Sekarang aku benar-benar merasa seperti pecundang. Seminggu setelah membaca pesanmu aku langsung pulang kerumah dan menghubungimu.Aku tak ingin gagal untuk mendapatkanmu lagi.Aku ingin menebus kesalahanku.Perasaan ini tak bisa dibohongi.Selama ini aku masih mencintaimu,semoga sampai saat ini kamu masih bersabar menunggu mantan pacarmu yang bodoh ini.Ya Allah berikanlah aku kemudahan dan kelancaran.

 25 syawal 1435

Alhamdulillah,akhirnya selesai juga acara ijab qobul kita.Kamu menangis haru saat itu,kukecup ubun-ubunmu seraya mengucap rasa syukur dalam hati.Kau hanya menunduk dan kudapati rona merah yang menghiasi pipimu disana,ah ya Khumairo’.

“Didalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang sopan menundukan pandanganya,tidak pernah disentuh oleh manusia (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula jin. Maka nikmat tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? (Qs:Ar-rahman 56-57)”

Randukuning,30 Juli 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s