Good bye Tiki-Taka, This is Total Football

Karna pesta sepakbola dunia sedang hangat-hangatnya kali ini saya akan mencoba meriview salah satu pertandingan yang paling mengejutkan di 2014. Oh ya sebelumnya kalo mau copas silahkan sertakan sumber linknya, ini artikel 100% karya saya murni, so hargailah penulis dengan menyertakan link sumber. Silahkan di baca 😀

===============================================================

Pertandingan ketiga piala dunia 2014 , Brazil akhirnya menyajikan reuni besar antara dua negara yang mempunyai akademi sepakbola terbaik dunia, Belanda vs Spanyol. Pertemuan ini juga sekaligus menghadirkan sensitivitas tinggi bagi penonton di stadion Arena Fonte Nova, Diego Costa yang sebelumnya telah memilih mengkhianati Brazil dengan memakai jersey Spanyol di negaranya sendiri membuat rakyat Brazil saat ini lebih suka melupakan kekalahan timnas mereka oleh Belanda di 2010 . Mereka memilih berbalik mendukung Belanda, terbukti di menit-menit awal selalu terdengar suara “Booo..” setiap kali Diego Costa memegang bola. Namun sorakan para fans tak berpengaruh banyak, Diego Costa tetaplah Diego Costa, dia beberapa kali berhasil menebar ancaman di barisan belakang Belanda. Di awal laga timnas matador si penyandang gelar juara bertahan menunjukan tajinya. Para gelandang terbaik di El Clasico seperti Xavi,Xabi dan Iniesta memegang kendali penuh dengan gaya Tiki-Takanya. Klimaks permainan indah Spanyol terjadi dimenit 26, saat itu penonton yang mayoritas pendukung team De Oranje menjadi terdiam dan senyap seketika.

Diego Costa terjatuh di kotak terlarang dan wasit memutuskan penalti untuk Spanyol. Xabi Alonso yang ditunjuk sebagai Algojo penalti mengekskusinya dengan baik, Spanyol unggul 1-0.

Setelah itu pelan-pelan De Oranje mulai keluar dari tekanan. Roben mulai menunjukan skillnya, De Jong dan Daley Blind bergantian meneror lini belakang Spanyol. Setelah gol pertama Xabi Alonso pertandingan berjalan menarik, kedua tim bermain lebih terbuka dan saling menebar ancaman.

Sampai dua menit tersisa Spanyol masih berharap menutup babak pertama dengan keunggulan di pihak mereka. Namun harapan itu sirna di menit 44, gol cantik Robin Van Persie membuat penonton di stadion Arena Fonte Nova bergemuruh. Umpan silang Daley Blind dari tengah lapangan disambut sempurna oleh Van Persie. Gol ini menjadi penutup paruh pertama pertandingan, para pemain Spanyol tertunduk lesu dan menyesali kecerobohan mereka mengawal Van Persie. Penguasaan bola yang mencapai 69% di babak pertama menjadi sia-sia.

Heading van persie yang mematahkan semangan matador-matador spanyol

Heading van persie yang mematahkan semangat matador-matador spanyol

 

***

Kick off di babak keduapun dimulai dengan guyuran hujan yang lebat. Spanyol berinisiatif memegang kendali pertandingan, sebaliknya Belanda mencoba bermain lebih sabar dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik. Ini kebalikan Deja vu bagi Sergio Ramos, Xabi Alonso, Iker Casillas di Spanyol dan Arjen Roben di Belanda. Mereka bertemu di semifinal liga champion kemarin dengan posisi berbeda. Bayern Munich yang dominan dalam penguasaan, sementara Real Madrid yang cenderung bertahan.

Menit 53 Daley Blind kembali mengirimkan umpan lambung yang akurat, kali ini giliran Arjen Roben yang menyambut bola dengan kontrol sempurna. Roben kemudian berhasil memperdayai Gerad Pique dan Iker Casillas yang sudah mati langkah, GOL!! para penonton menyambut dengan suka cita. Kedudukan sekarang berbalik, 2-1 untuk Belanda.

Setelah unggul Belanda semakin percaya diri, mereka mulai keluar dari kurungan Tiki-Taka pemain Spanyol. Permainan kedua tim cenderung berimbang walaupun Spanyol tetap masih unggul dalam penguasaan bola. Sampai kemudian di menit 63 terjadi pergantian pemain dari kubu Spanyol maupun Belanda. Para penonton kembali riuh ketika ternyata yang diganti adalah Diego Costa oleh Fernando Torres. Vicente del Bosque juga memasukan Pedro Rodriguez untuk menambah daya serang dan berharap timnya akan menyamakan kedudukan. Tetapi sialnya belum genap tiga menit setelah masuknya Torres dan Pedro, Belanda kembali mencetak gol. Sundulan Stefan de Vrij yang memanfaatkan situasi tendangan bebas mengubah kedudukan menjadi 3-1. Para pemain tim pengguna Tiki-Taka yang berjuluk tim alien kini semakin tertunduk lesu.

Satu jam laga berjalan pertandingan semakin sengit, jual beli serangan terus terjadi antara dua negara yang kebetulan sama-sama menganut madzhab sepakbola indah ini. Pada menit 67 David Silva sebenarnya sempat mencetak gol namun di anulir wasit. Fernando Torres yang diharapkan membawa perubahan sama sekali tak berkutik. Pasangan emas barcelona Xavi-Iniesta pun frustasi mencari partner dalam membobol gawang lawan. Penyakit lama dalam Timnas Spanyol kambuh, yaitu sulitnya Xavi-Iniesta mengembangkan permainan karna tidak ada sosok pengganti Messi di timnas Spanyol.

Menit ke 70 giliran team De Oranje yang memborbadir gawang Iker Casillas, matador-matador Spanyol kewalahan menghadapi keganasan duo penyerang Belanda Arjen Roben dan Van Persie. Konsentrasi lini belakang team Matador berantakan hasilnya menit 73 Iker Cassilas melakukan blunder, Van Persie tak menyiakanya, dia semakin mengubur Tim Alien di tanah Arena Fonte Nova. Total Football 4-1 Tiki Taka.

Memasuki menit 78 Van Persie ditarik keluar, Louis Van Gaal sudah menganggap permainan ini selesai, sebuah tamparan keras bagi Vicente del Bousqe. Dia hanya bisa berspekulasi dengan memasukan gelandang baru Chelsea, Cesc Fabregas masuk menggantikan David Silva. Namun Fabregas tak berarti banyak, Tiki-Taka tak juga berkembang, Xavi-Iniesta semakin tidak padu dengan Torres.

10 menit sebelum waktu normal selesai, dimana pendukung Belanda merasa sudah puas dengan hasil pertandingan dan suporter Spanyol putus asa menanti keajaiban, Arjen Roben muncul dan berlari seorang diri menembus kawalan dua bek tim Matador. Dia mengulangi kegemilanganya dengan mempecundangi kapten Tim Matador, GOL! tim alien sekarang benar-benar dipaksa turun kebumi dan dikubur dalam-dalam di tanah El Savador Brazil. Kedudukan 5-1 untuk Belanda.

Di sisa pertandingan Spanyol makin tak berkutik, mereka kembali dibombardir serangan pemain-pemain Belanda, beruntung tidak terjadi gol tambahan sampai pertandingan selesai.

Reuni kali ini sangat menyakitkan bagi Spanyol. Kapten mereka tertunduk lesu, Vicente del Bosque merah padam, di sudut lain Diego Costa harus merasakan karma pengkhianatanya. Ini masih pertandingan pertama dan kesempatan untuk menang selalu tebuka, Spanyol harus mengubah pakem atau lebih memilih gengsi Tiki-Takanya. Dunia sepakbola sudah berubah, orientasi kepada hasil menjadi paham yang di anut sebagian besar peserta piala dunia, persetan dengan permainan cantik. Good bye Tiki-Taka, This is Total Football.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s