Air mata yang tak tersampaikan

Gambar

Berawal dari rasa penasaran terhadap makna lagu “Temodemo no namida”. Saya mencoba membuat cerpennya. Bagaimana pendapat kalian? Silahkan di baca dulu cerpen saya 😀 .

Air mata yang tak tersampaikan.

” Dasar hantu gila!! Seharusnya kau segera menuntut balas atas kematianmu. Kau membuat aib saja di dunia kami. Mencintai seorang manusia adalah pantangan bagi kami! ”

Masa bodoh, Aku benar-benar tidak peduli sekarang. Kata mereka baru kejadian kali ini ada seorang hantu yang mencintai manusia. Aku memang masih penghuni baru di dunia ini. Tapi apa dayaku melawan rasa cinta? Cinta kan gila? Jadi sewajarnya aku sekarang di sebut hantu gila. Mereka tidak salah. Aku memang aneh. Aku mencintai orang yang telah menabraku sehingga aku mati!

Saat malam kematianku benar-benar masih hangat dipikiran. Malam itu rintik-rintik hujan mengguyur jalanan. Aku yang tergesa-gesa pulang tak sabar menunggu hujan reda. Sampai kemudian terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Sebuah mobil berkecepatan tinggi sekonyong-konyong datang dan menabraku. Lalu semuanya remang. Seorang laki-laki lari kearahku, ia turun dari mobil tadi. Kemudian langsung memeluku, memandangiku dengan mata nanar. Aku tersenyum, ternyata dia hadi!! Hadi kakak kelasku yang selama ini menjadi idaman semua cewek di kelas. Setelah itu sambil terisak diciumnya keningku. Aku sempat mendengar bisikan cintanya sebelum ruhku keluar dari tubuh, sebelum ajal menutup kisah hidup ini. Sebelum semua warna hanya terlihat satu! Warna perak yang kemudian memisahkan dunia kami. Aku lalu berdiri di sampingnya. Hadi terlihat masih memeluk tubuhku. Masih terisak dan merancau menyesali kejadian ini. Suasananya begitu haru, rintik-rintik hujanpun masih terus mengguyur tubuhnya dan bangkai tubuhku.

~~Hujan rintik-rintik yang mulai turun, akupun menutup layar kisah ini. Bagai menurunkan layar warna perak itulah cinta pertama diriku~~ Continue reading

Advertisements