Gadis dengan senyuman aneh ( Part I )

Terik matahari siang hari ini sangat menyegat, bersinar angkuh dan sombong, seolah tengah mengejek siswa-siswi baru di SMA 48 Jakarta yang tengah mengikuti Masa orientasi siswa. Mungkin matahari menertawakan ketidakberdayaan para peserta MOS itu, sekaligus mengintip galaknya kakak-kakak kelas SMA 48 yang seangkuh dirinya.

“Ayo cepetan woy! Monyet, Buaya, Kadal jangan ngobrol terus!” teriak Billy salah satu senior di SMA itu.

Dia memanggil sesuai nama yang tertera di dada setiap peserta MOS. Yang dipanggil Buaya berbisik menggerutu terus.

“Sialan, otot kaki gue hampir putus nih. Masak dari tadi disuruh jalan jongkok begini.

” Anak-anak lain pun menggerutu, sudah tiga putaran mereka jalan mengelilingi sekolah dengan posisi jongkok begitu.

“Ini hukuman untuk yang sudah di hari kelima MOS tapi masih terlambat masuk.” Billy menjawab gerutuan mereka.

Billy kemudian memperhatikan sekililingnya untuk memastikan semua murid menjalani hukumanya dengan baik.

“Woy Gajah! Jangan malas-malasan! Jalan yang cepet!” Billy kembali meneriaki juniornya.

Kali ini kepada seorang perempuan. Perempuan itu tenang saja, menolehpun tidak. Dia terlihat yang paling santai dan cuek diantara murid-murid baru lain. Billy memperhatikan raut mukanya, terlihat malas-malasan dan tidak menggubris omonganya.

“Woy lu dengerin nggak sih!” Billy berteriak sambil mendekat ke tempat si Gajah.

Si Gajah malah menengok heran, menatap mata Billy lekat-lekat seolah sedang menantangnya. Anak-anak lain pun berhenti sejenak, mereka tak ingin melewatkan adegan langka ini. Billy adalah ketua OSIS yang terkenal ketegasanya dan di segani oleh siswa senior maupun junior, sedangkan si Gajah adalah perempuan yang aneh, selalu menyediri dan misterius. Dari hari pertama MOS dia selalu terkena hukuman. Namun tampaknya hukuman demi hukuman tak membuat si Gajah jera. Mungkin karna hukumanya relatif ringan. Sudah menjadi rahasia umum kalau para siswa senior sangat toleran dalam memberikan hukuman kepada peserta MOS perempuan, apalagi yang berbadan mungil dengan paras cantik dan polos seperti si Gajah ini. Pantas sekarang anak-anak penasaran menunggu adegan selanjutnya.

Merasa di tunggu ketegasanya tiba-tiba Billy mendekati si Gajah dan mendorongnya dengan keras. Perempuan mungil yang dipanggil Gajah itupun otomatis terjengkang dan jatuh terjemerebab, doronganya terlalu keras. Anak-anak lain kaget karna tak menyangka Billy akan sekeras itu mendorong si Gajah.

“Woy, yang bener aja lu Bill. Keterlaluan lu, sama cewek juga.” salah satu temanya protes.

“Iya tuh, parah lu Bill. Sekarang di media masa lagi hangat-hangatnya tuh memberitakan kekerasan MOS di sekolah. Makanya kita dari kemarin nggak tegas-tegas amat” teman yang lainya semakin menyudutkan Billy.

Muka Billy merah padam, ingin membela diri tapi posisi dia sedang tidak menguntungkan. Sementara Billy salah tingkah si Gajah sudah berhasil menguasai emosinya.

“Sudah-sudah kak, saya yang salah kok.” kata si Gajah yang malah membuat Billy semakin malu.

Kemudian dengan santainya si Gajah kembali jalan jongkok. Billy kembali memperhatikan tingkah lakunya, tetapi kali ini ia tertangkap basah, si Gajah memergokinya. Tanpa diduga si Gajah tersenyum kecil, senyuman teraneh yang pernah di lihatnya. Billy berusaha membalas senyuman itu walapun hatinya pahit. Untuk kali pertamanya sang ketua OSIS yang berwibawa di permalukan dan di buat salah tingkah. Bukan hanya itu, bahkan Billy sempat di buat kehilangan kendali sehingga tak bisa berpikir jernih dan bertindak konyol.

Si Gajah yang misterius.

Continue reading